Dirinya mendadak viral karena Eko sedang berjuang untuk masuk ke dalam rumahnya.
Rumahnya berada di Kampung Sukagalih, Desa Pasirjati, Kecamatan Ujung Berung, Kota Bandung. Dua tahun sudah rumah Eko terbengkalai.
Alasannya akses jalan menuju rumahnya tertutup oleh bangunan milik tetangganya sendiri.
Semua akses jalan tertutup, kiri kanan, depan belakang tak bisa dilewati. Bahkan Eko sempat mengiklankan rumahnya ini untuk dijual dengan harga Rp 150 juta nego.
Hal ini karena dirinya sudah merasa frustasi lantaran tak bisa masuk ke dalam rumahnya sendiri.
Padahal pada tahun 2008 silam, Eko dan istrinya sempat tinggal di rumah tersebut karena masih ada akses jalan masuk. Lalu tahun 2016 ada yang membeli tanah di samping rumahnya.
Lantas di kiri kanan depan belakang ditahun yang sama ada yang membeli tanah lagi dan mulai membangun rumah 'mengurung' kediaman Eko.
⠀
"Kedua pemilik rumah itu berbarengan membangun rumahnya," kata Eko.
Eko yang menyadari bahwa rumahnya tak ada akses jalan masuk, lantas nego dengan salah satu tetangganya untuk membeli sepetak tanah demi akses ke rumahnya seharga Rp 10 juta.
Tapi sayang, negosiasi Eko dengan pemilik lahan di depan rumahnya berujung penolakan.
Tak patah arang Eko kemudian mengajukan laporan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bandung.
BPN kemudian mengeluarkan Surat Berita Acara Pengukuran yang mengharuskan rumah Eko diberi akses jalan. Namun sayangnya, rekomendasi dari BPN belum terealisasi hingga sekarang.
Kasus yang dialami Eko ini akhirnya sampai ke telinga pelaksana tugas Wali Kota Bandung Oded M Danial.
Oded kemudian memerintahkan lurah dan camat tempat Eko berdomisili untuk mengecek langsung keadaan rumah.
Oded menduga masalah ini lebih dikarenakan masalah pribadi antara Eko dan tetangganya.